travel

Memanjakan Mata di Pantai Pulau Bangka

Mendengar kata Bangka, pasti yang terbersit pertama kali adalah Martabak. Iya apa iya? Padahal selain kulinernya yang memanjakan lidah, kita pun dijamu dengan indahnya pantai-pantai di pulau terbesar di Provinsi Bangka Belitung itu.

Ya, Bangka memiliki banyak sekali pantai yang direkomendasikan sebagai tempat wisata. Kalau saya mengintip dari brosur wisata Bangka Belitung yang saya ambil dari Tourism Information di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, terhitung sebanyak 18 pantai yang dimiliki oleh Pulau Bangka sendiri (belum terhitung pantai di pulau tetangganya, Belitung). Pantai tersebut terbentang sepanjang garis terluar pulau di barat yang berbatasan dengan Pulau Sumatera, dan di timur yang berbatasan dengan Pulau Belitung. Saya dan suami berkesempatan mengunjungi Pulau Bangka dalam acara backpacking santai ala Babymoondan menjadikan pantai sebagai list wisata utama kami, selain wisata Kuliner khas Bangka yang juga top markotop. Kali itu, kami berkesempatan menikmati tiga pantai di Bangka dalam wisata dua hari satu malam kami.

Pantai Pasir Padi

Pantai Pasir Padi adalah pantai yang direkomendasikan pertama kali oleh mbak-mbak Tourism Information di bandara lantaran lokasinya yang masih di kota Pangkalpinang. Pantai Pasir Padi dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit naik motor dengan kecepatan santai (maklum, membonceng ibu hamil mesti pelan-pelan). Jalan beraspal mulus nyaris tanpa lubang dan tanah kosong sekeliling jalan adalah medan yang ditemui dalam perjalanan kami ke pantai yang berbatasan dengan selat Karimata itu. Karena keasyikan wisata kuliner, kami berangkat terlalu sore dari pusat kota Pangkalpinang ke Pantai Pasir Padi.

rute bandara ke pantai pasir padi
Rute Bandara ke Pantai Pasir Padi

 Saat kami tiba, cuaca sedang mendung berawan. Matahari nyaris terbenam tapi sebagian besar sinarnya tertutup awan kelabu. Meski begitu masih banyak saja anak-anak yang asik bermain air di tepi pantai, sementara orang tua mereka menunggu di kios-kios di pinggiran pantai sambil mencicip air kelapa muda dan jagung bakar. Beberapa meter dari bibir pantai terdapat barisan batu yang tersusun rapi untuk memecah ombak. Saat itu air laut agaknya sedang pasang karena hamparan pasir putihnya tampak sempit memanjang terendam air laut.

pinggir pantai pasir padi bangka
Romantisme di pinggir Pantai Pasir Padi

Pantai Matras

Keesokan harinya kami sengaja menghabiskan satu hari sebelum pulang untuk bermain di Pantai Matras. Terletak sekitar 50 km dari pusat kota Pangkalpinang, tepatnya di daerah Sungailiat, perjalanan kami tempuh dalam waktu nyaris dua jam (ingat, ini perjalanan santai ala ibu hamil yang dikit-dikit istirahat meluruskan punggung dan stretching kaki agar tidak kram). Namun, jalanannya pun mulus beraspal dan sepi sehingga motor yang kami tunggangi bisa melaju tanpa ada hambatan.

pantai matras bangka
Rute Bandara ke Pantai Matras, Sungailiat, Bangka

Dari jauh Pantai Matras masih agak mirip dengan Pantai Pasir Padi, dimana garis pantainya yang panjang dan lurus serta adanya tumpukan batu pemecah ombak. Namun jika dilihat lebih dekat, di sisi sebelah selatan pantai terdapat aliran air tawar dari bukit yang membentuk semacam sungai yang mengalir langsung ke laut. Unik, untuk pertama kalinya saya melihat aliran air tawar yang bermuara ke laut.

sungai air tawar pantai matras bangka
Sungai Air Tawar yang Bermuara ke Laut. Keren bukan?

Sementara lebih ke selatan lagi terhampar barisan batu granit yang memang khas pantai di pulau Bangka dan Belitung. Ombak saat itu tidak besar, sehingga nyaman untuk dipakai berendam kaki sambil duduk-duduk di batu granit. Di pasir pantainya pun terdapat lubang-lubang kecil dengan bulir tanah hasil galian binatang bawah pasir. Galian tanahnya membentuk pola unik di atas pasir. Antara lucu dan geli takut tiba-tiba binatang itu keluar dari pasir. Terik matahari pukul 11:30 tak menyurutkan langkah kami untuk berjalan bermain-main dekat batuan granit sambil ngotorin kaki di pasir putih yang halus.

batu granit di selatan pantai matras
Hamparan Batu Granit di Selatan Pantai Matras

Bohong, langkah kami akhirnya surut juga, haha. Jauh juga ternyata berjalan kaki dari tempat parkir kami ke batuan granit tersebut, terlebih lagi perjalanan baliknya. Setelah puas berfoto di batuan, kami menuju ke pinggiran pantai dan memesan dua buah kelapa muda untuk melepas dahaga dan biar dedek bayi rambutnya bagus dan kulitnya bersih saat lahir.

Parkiran motor di Pantai Matras tergolong sepi dan tidak ada penjaganya. Karena tidak ada penjaganya, parkir pun tidak dikenakan biaya. Kami sempat kebingungan memilih tempat parkir karena khawatir kenapa-kenapa (motor rentalan bro!).

Pantai Parai Tenggiri

Setelah terobatinya dahaga dengan dua kelapa muda yang airnya kebanyakan akhirnya dibungkus, kami masih tergelitik dengan satu pantai lagi yaitu Parai Tenggiri. Hasil riset pra-perjalanan kami bahwa Parai Tenggiri terletak di dalam resort milik swasta. Kami tanyakan kepada penjual kios dan ia pun membenarkannya. Yasudah kami segera beranjak ke Pantai Parai Tenggiri yang letaknya ternyata dibalik batuan granit di Pantai Matras tadi.

Parai Beach Resort and Spa, itu nama resort swasta yang mengelola pantai Parai Tenggiri. Benar saja, jika pantai yang dikelola swasta pasti lebih indah dan banyak dekorasinya, mulai dari gazeebo hingga jembatan penghubung ke pulau kecil yang membuat ambience nya lebih romantis. Pantai itu bisa dikunjungi oleh orang umum dengan membayar biaya masuk Rp 25.000 per orang, atau Rp 30.000 jika ingin berenang di kolam resort pinggir pantai.

view gazeebo pantai parai tenggiri bangka
Salah satu view di gazeebo Pantai Parai Tenggiri
jembatan pantai parai tenggiri di bangka
Jembatan di Pantai Parai Tenggiri. Jika air surut, jembatan ini seolah menghubungkan daratan dengan pulau kecil

Pantai Parai Tenggiri memiliki lebih banyak batu granit dan air yang tenang sehingga pantas dijadikan tempat bermain anak dan orang dewasa. Batu-batu granit itu pun kadang membentuk laguna kecil-kecil yang menjadi indah untuk diabadikan gambarnya. Ada pula water sport seperti banana boat, jetski, parasailing, snorkeling, juga glassed bottom boat, namun harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menikmatinya.

laguna kecil view parai tenggiri bangka
Laguna kecil, salah satu view di Pantai Parai Tenggiri

Seperti yang saya ulas di atas, terdapat setidaknya 18 pantai di Bangka yang pastinya memiliki kontur dan ciri khas nya masing-masing. Gak kapok deh kalau disuruh ke Bangka lagi. Kulinernya enak, pantainya mantap, jalanan pun tergolong bagus dan tidak (belum) ramai wisatawan. Jika pariwisata Bangka dipasarkan lebih gencar, pasti akan lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke salah satu pulau penghasil timah terbesar di Indonesia ini. Kalau kamu, apa pantai yang pernah kamu kunjungi di Bangka?

Advertisements

4 thoughts on “Memanjakan Mata di Pantai Pulau Bangka

    1. Gak cukup banget mbak. Aku belum eksplore pantai yang bagian tenggara. Belum pergi juga ke Bangka Barat katanya ada tempat pengasingan Bung Karno. 4 hari lah ya baru bisa.

      Sewa motor nya kemarin aku dapet 80rb/hari. Kisarannya 80-120rb per hari mbak tergantung jenis motornya.

  1. Waw, memanjakan banget ini mah….
    Bisa jadi alternatif buat jalan-jalan nanti (pas udah ada yang nemenin) aseek 🙂 hehehe.
    Nice blog post teh.

    1. Hehe. Ayok segera ditemani biar bisa manja manja di Bangka. Anyway, masih banyak belajar blogging nih dari kamu cha
      Sharing2 duuung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s