travel

Museum Nasional Bangkok, Alternatif Liburan Beda Selera di Bangkok (part 1)

Apa tujuan wisata yang kamu gemari? Pantai? Gunung? Atau di sudut kota dengan citarasa kuliner tak ada dua? Apapun itu, pastikan tempat wisata yang kamu tuju memang sesuai dengan seleramu.

Ya, selera. Karena segimana pun orang dengan Hb rendah seperti saya dipaksa naik gunung, saya harus katakan saya tak berselera dengan itu. Bisa jadi tujuan wisata gunung untuk refresh menjadi tidak menarik karena saya malah pusing kekurangan oksigen.

Berbicara selera, hal ini agak tricky, terlebih jika bepergian tak seorang diri. Yang satu suka main air, yang satu suka jajan. Perbedaan ini juga menjadi pe-er sendiri untuk mengatur tujuan wisata. Lebih tricky lagi jika pasangan wisatanya adalah, ehemm, suami sendiri. Betapa tidak, orang yang pasti – mulai dari sekarang – menjadi travel mate saya ternyata tak satu selera. Pengaturan liburan pun menjadi lebih lama dan banyak sekali pertimbangannya.

Alkisah, Bangkok adalah tujuan pertama kami liburan sebagai suami-istri (a.k.a honeymoon, hehe). Bukan apa-apa, tiket murah adanya lagi kesana. Toh kami berdua belum pernah menginjakkan kaki di ibu kota negeri Gajah Putih tersebut. Selanjutnya, mau kemana saja di Bangkok? Suami saya adalah tipe pelancong beraliran kultural, sementara saya bernasab natural, spesifiknya pantai – tapi tanpa snorkeling, atau gunung – tapi tanpa hiking. Sulit menyatukan dua keinginan kami saat itu. Beberapa situs wisata menjelaskan bahwa Bangkok adalah surganya belanja, budaya, atau sekedar night life. Belanja, coret. Night Life, apalagi. Sehingga wisata budaya jadi pilihan. Dan siapa yang paling senang di sini? Ya, jelas si dia.

Museum Nasional di Bangkok

Kuil dan pagoda adalah wisata budaya yang terkenal di Bangkok. Sebut saja Grand Pallace, Wat Arun, dan Wat Pra Khew. Niat awal ingin menjajal moda transportasi ferry di sungai Chao Praya menuju Grand Pallace lalu ke Wat Pra Khew, kami nyasar kebingungan dan malah menemukan museum besar tak jauh dari Thammasat University, yaitu The National Museum of Bangkok. Tak diragukan lagi, suami saya suka cita dibuatnya. Melirik, main mata ke arah saya, hasilnya 2 x 200 THB entry ticket di tangan.

museum_nasional_bangkok_entry_ticket
TIket Masuk Museum Nasional Bangkok

Dalam sejarahnya, museum ini dahulunya berlokasi di kompleks Pallace of The Front yang dibangun pada tahun 1782, bersamaan dengan dibangunnya The Grand Pallace yang tersohor di Bangkok. Pallace of The Front ini dahulunya merupakan residensial para deputi raja Thailand. Tercatat lima orang deputi raja pernah tinggal disini dari tahun 1782 hingga yang terakhir hingga tahun 1885, tahun kematian deputi raja yang terakhir. Nah setelah kematian deputi raja terakhir tersebut, Raja Rama ke-5 yang saat itu memerintah berniat untuk memindahkan museum kerajaan (yang dulunya berlokasi di Grand Pallace) ke kompleks ini. Niat tersebut diteruskan hingga Raja Rama ke-7 berinisiatif sekalian saja membuat museum nasional di tempat tersebut, hingga sekarang kompleks bekas istana tersebut dinamakan The National Museum of Bangkok dan diresmikan tahun 1934 di bawah Kementerian Kebudayaan pemerintah Thailand.

throne_raja_thailand_di_museum_nasional_bangkok
Throne Raja Thailand

Museum ini memamerkan artefak tak hanya dari Thailand namun juga dari negara lain seperti bongkahan artefak Buddha dari Indonesia, dan Myanmar, senjata kuno dan tekstil dari Cina, boneka puppets dari Vietnam, dan banyak lagi yang bersumber dari hadiah kunjungan kenegaraan, atau sengaja dibeli dari negara aslinya. Segmen budaya nya juga beragam, dari artefak Buddha dan sejarahnya, kerajaan Thailand dari dinasti awal hingga sekarang, sejarah kultur India dan sebarannya di Asia Tenggara, senjata dari zaman tulang, batu, hingga logam milik Cina, atau sekedar throne milik raja Thailand yang portable diangkut oleh puluhan orang. Layaknya Singa Depok kalo di Jawa Barat. Eh, pada tau Singa Depok gak? *out of topic*

Di gerbang masuk, tiket kita dirobek setengahnya dan diberikan selembar kertas berisi rute dan lokasi masing-masing segmen budaya serta penjelasan singkat masing-masing tempat. Masing-masing segmen diberi angka sebagai penanda urutan segmennya. Sangat membantu sekali mengingat museum ini berdiri di lahan yang sangat luas yang menjadikannya sebagai museum nasional terbesar se-Asia Tenggara. Jam kunjung museum ini dari pukul 09:00 hingga 16:00. Menurut pengalaman, kami dapat mengelilingi museum ini dalam waktu tiga jam, namun belum semua tempat karena saya yang sudah kelelahan berjalan kaki, bersamaan dengan adanya pemugaran beberapa segmen lokasi sehingga koleksinya tidak bisa kami nikmati saat itu. Namun, pengalaman wisata budaya yang kaya dan jelas karena ada teks bahasa Inggrisnya membuat turis merasa terhibur (seperti saya) dan teredukasi dan semakin mencintai kebudayaan (seperti suami saya).

ruang_artefak_di_museum_nasional_bangkok
Ruang Artefak Buddha di Museum Nasional Bangkok

Detil Museum Nasional Bangkok:
Lokasi: Na Prothat Road, dekat Grand Pallace dan Thammasat University
Jam Kunjung: 09:00 – 16:00 (Rabu – Minggu, dan hari libur Nasional kecuali Tahun Baru dan Festival Songkran)
HTM: 200 THB / pax
Tour guide: tersedia dengan perjanjian (guide berbahasa Inggris, Perancis, Jerman, Jepang setiap hari Rabu dan Kamis pk 09:30)
Moda transportasi:

  • Taxi
  • Chao Praya Express Boat turun di Maharaj Pier, lalu berjalan kaki sekitar 20 menit.
  • Bus no 3, 6, 9, 19, 30, 33, 43, 53, 59, 64, 65, 70, 80, 82, 91, 123, 124, 201, 503, 506, 507, A2 

Sumber terkait:
http://www.bangkok.com/attraction-museum/national-museum.htm

 

Advertisements

One thought on “Museum Nasional Bangkok, Alternatif Liburan Beda Selera di Bangkok (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s