Parenting

The Urban Mama Event: All You Need to Know About Newborn Baby (part 1)

Masa kehamilan, apalagi hamil anak pertama, memang harus banyak banget cari-cari ilmu dan belajar. Ah, bahkan gak usah ngomong anak pertama, saya sering lihat para ibu yang sedang hamil anak ke-2, ke-3, bahkan ke-4 tetap datang ke kelas seminar persiapan kelahiran atau persiapan pasca kelahiran bayinya. Jadi, sejatinya pembelajaran seorang ibu adalah sepanjang hayat.

Dalam rangka usaha belajar saya di kehamilan pertama ini saya, yang suatu hari terbangun dari tidur karena pegal punggung di trimester tiga, iseng browsing instagram dan menemukan agenda seminar tentang All You Need to Know About Newborn Baby, yang diadakan oleh The Urban Mama. Bersemangatlah saya untuk menyimpan informasi itu dan mendaftarkan diri keesokan harinya lewat website yang tertera. Jadwal oke, pembayaran beres, maka tiket masuk berupa email konfirmasi sudah di tangan. Momma is ready to learn.

Pembicara kali itu adalah Fatimah Berliana Monika, seorang konselor di bidang menyusui. Ibu yang kalau ngomong berlogat Sunda kental ini memaparkan materi mengenai newborn baby. Tampaknya beliau sering menjadi pembicara bergandengan dengan The Urban Mama seperti pada kesempatan seminar sebelumnya membahas mengenai ASI. Wah, ternyata kiprahnya di seminar kehamilan dan ASI sudah melanglang-buana. Ibu yang akrab disapai Mbak Monik ini juga sudah meluncurkan buku berjudul Buku Pintar ASI dan Menyusui, yang berisi tentang kiat pemberian ASI untuk anak kita. Testimoni salah seorang peserta yang saya tanya, buku tersebut sudah dia beli dan pelajari sejak usia kehamilan 26 minggu. Dan saat kelahiran anaknya, yang kini sudah berusia 2.5 bulan, buku itu ia praktikkan dan ternyata bermanfaat. Jadi kepingin review bukunya juga ah, hitung-hitung mempersiapkan diri untuk menyusui nanti.

buku_pintar_asi_dan_menyusui_fb_monika
Buku Pintar ASI dan Menyusui karangan F.B. Monika (sumber: http://www.bukabuku.net)

Penanganan Newborn saat di RS

Kembali ke seminar, poin pembahasan Mbak Monik diawali dengan bagaimana penanganan dan perawatan bayi saat di Rumah Sakit. Ia mengawali pembahasannya dengan bertanya kepada peserta, “Apa yang pertama kali ibu tanyakan saat bayi lahir?”. Jawabannya beragam, yaitu kaki dan tangannya lengkap gak? Normal gak? Kulitnya bersih gak? Padahal yang paling penting ditanyakan saat bayi lahir menurut Mbak Monik adalah apakah bayi menangis setelah lahir?

Menangis merupakan tanda vital bahwa fungsi paru-paru bayi baik dan bayi dilahirkan dalam keadaan sehat. Sehingga harusnya para ibu harus tahu jika bayinya menangis atau tidak. Menangis menjadi salah satu ciri kelahiran bayi sehat, dan terangkum dalam lima ciri pada APGAR Test Score, yaitu:
1. Activity: bayi bergerak aktif
2. Pulse: denyut nadi > 100 denyut per menit
3. Grimace: bayi refleks menyeringai atau batuk
4. Appearance: warna kulit kemerahan, dan
5. Respiration: bayi menangis. 

Panduan_APGAR_test_chart
Panduan APGAR Test Chart

Dari lima ciri tersebut diisi score 0, 1, atau 2 sesuai dengan deskripsi yang tertera pada APGAR Test Chart. Skor ini dilihat pada 1-5 menit awal kelahiran. Jika belum muncul tanda-tandanya pada bayi maka tenaga medis akan mengintervensi di menit 5-10 dengan cara memukul bayi, membalikkan tubuh, menggoncang, atau menekan dada bayi. Kasihan, tapi memang itu intervensi yang baik agar bayi merespond. Total APGAR score 7-10 merupakan indikasi bayi lahir sehat. Jadi, pastikan ibu-ibu tahu APGAR Score bayi nya ya.

pemotngan_tali_pusat_pada_bayi_baru_lahir
Pemotongan Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir (berbagai sumber)

Sambil diukur APGAR Score-nya, bayi akan dipotong tali pusatnya. Menurut pemaparan Mbak Monik, usahakan untuk  menunda memotong tali pusat hingga 1-2 menit pasca lahir untuk memastikan cadangan darah dan oksigen cukup agar bayi tidak mengalami Anemia Defisiensi Besi (ADB). 
Selain itu tetap jaga kehangatan tubuh bayi dengan cara mengeringkan tubuh kecuali telapak tangan, dan memakaikan selimut dan topi. Mengapa tangan sebaiknya tidak dikeringkan? Karena cairan ketuban di tangan berbau sama hal nya dengan payudara ibu sehingga menuntunnya untuk bergerak menuju nenen, khususnya saat Inisasi Menyusui Dini (IMD). IMD dengan skin-to-skin contact juga merupakan langkah untuk menjaga kehangatan tubuh bayi loh, karena kulit ibu akan mentransfer hangat yang cukup untuk bayi. Keren kan?

kebaikan-skin-to-skin-contact
Kebaikan Skin-to-skin Contact antara Ibu dan Bayi

Setelah IMD terjadi kurang lebih 1-2 jam (dan saat bayi tidak kedinginan atau bayi dan ibu tidak ada masalah serius), baru bayi akan dilakukan pemeriksaan fisik seperti pengukuran berat badan, panjang badan, suntik vitamin K, pemberian salep mata, suntik vaksin Hepatitis B (kurang dari 12 jam pasca lahir), serta cek kulit kuning pada bayi, atau istilah medisnya adalah jaundice.

Masih banyak loh tatalaksana perawatan bayi selama di Rumah Sakit, yaitu Rooming In vs Bedding In, serta kelengkapan vaksin yang direkomendasikan untuk bayi. Ada lagi penjelasan mengenai “kelainan” yang padahal normal pada bayi. Selengkapnya pada post selanjutnya ya, tentang All You Need to Know About Newborn Baby (part 2). 

Advertisements

3 thoughts on “The Urban Mama Event: All You Need to Know About Newborn Baby (part 1)

  1. aku kurang ilmu banget, ga ngerti ada apgar score ini. Sid sempat ga nangis setelah lahir trus langsung diguncangin badannya sama bu bidan supaya nangis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s