Parenting

The Urban Mama Event: All You Need to Know About Newborn Baby (part 3)

Masih berbagi ilmu lanjutan dari seminar All You Need to Know About Newborn Baby yang diadakan oleh The Urban Mama dengan mengundang seorang konselor ASI, Fatimah Berliana Monika, sebagai pembicara. Setelah pada materi sebelumnya membahas mengenai tatalaksana perawatan bayi selama di Rumah Sakit, kali ini Mbak Monik membahas mengenai perawatan bayi saat di rumah.

Baca juga: All You Need to Know About Newborn Baby ( part 2 )

Perawatan Tali Pusat

Perawatan tali pusat adalah hal krusial yang akan dialami oleh seorang ibu dengan bayi baru lahir. Tali pusat bayi harus berada pada kondisi yang selalu kering. Bahkan saat mandi pun usahakan tali pusat bayi tidak direndam ke dalam air. Bagian perut berada di atas air dan bayi hanya diseka badannya (bukan disiram air). Agar tali pusat tetap kering, pemakaian popok atau diapers pun diikatkan di bawah tali pusat. Jadi bukan malah ditutup popok ya Mommas.

Tali pusat yang lembab atau basah malah memperlambat puput (tali pusat lepas dari perut). Selain itu, kondisi lembab dapat menjadi rumah tinggal yang nyaman untuk bakteri jahat. Bakteri tersebut dapat mengakibatkan infeksi pada luka tali pusat bayi. Tanda terjadinya infeksi adalah bayi merasa kesakitan dan menangis saat kita memegang perutnya walaupun dengan lembut. Jika terjadi seperti itu, apalagi disertai demam, segeralah bawa ke dokter ya Mom. Selain itu, segera bawa ke dokter jika tali pusat kemerahan dan terus berdarah, dan mengeluarkan cairan kekuningan dan berbau.

perawatan_tali_pusat_bayi_baru_lahir
Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Tatacara Bedong yang Aman

Membedong bayi bertujuan untuk memberikan kehangatan bagi bayi sehingga ia merasa seolah dalam rahim. Selain itu, membedong dapat meredam refleks kejut pada bayi (istilahnya Refleks Moro).

Nah, membedong juga ternyata perlu ilmunya. Selama ini teknik membedong bayi adalah dengan mengikat kuat tubuh bayi dalam kondisi tangan dan kakinya lurus. Hal ini (katanya) untuk menghindari bentuk kaki “O” saat anak besar nanti. Namun, berdasarkan paparan Mbak Monik, kaki dan tangan bayi secara alamiah terlipat seperti tangan dan kaki katak. Saat kaki bayi dipaksa lurus dan diikat (dibedong), apalagi dalam waktu yang lama, maka hal tersebut dapat menyebabkan Hip Displasia, atau sendi pangkal paha tidak sesuai pada tempatnya. Hal ini dapat mengakibatkan cedera tulang dan sendi pada bayi. Kasihan kan.

contoh_bedong_bayi

Contoh bedong bayi yang baik adalah dengan membiarkan kaki bayi tidak lurus dan terikat kuat

Nah, dengan tatacara bedong yang baik, bayi tetap hangat tanpa khawatir kemungkinan cedera pada sendi panggulnya.

Penanganan Bayi Kuning (Jaundice)

Kulit bayi dan mata berwarna kekuningan disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia). Jaundice normal umumnya timbul pada bayi baru lahir yang berusia ≥ 24 jam, dan umumnya hal tersebut tidak masalah. Namun menjadi masalah jika sebelum 24 jam sudah terjadi Jaundice. Pola jaundice adalah kekuningan di daerah muka, lalu turun ke dada, perut, dan kaki.

Pemeriksaan jaundice bagi orang tua di rumah harus dilakukan di bawah cahaya matahari (agar tidak terpengaruh kuning dari cahaya lampu). Tekan puncak hidung, dahi, dan telapak tangan dan kaki. Jaundice juga dapat secara mudah dilihat dari area putih mata yang berwarna kekuningan.

bayi_jaundice_kekuningan
Warna kulit bayi yang kekuningan dibandingkan warna kulit alami orang dewasa

Jenis Jaundice

  1. Jaundice Fisiologis
    Jaundice fisiologis tergolong normal, dengan ciri-ciri muncul pada 2-3 hari usia bayi, dan memuncak hingga hari ke-4 atau ke-5, namun akan berangsur menghilang dalam 2 minggu. Hal tersebut disebabkan karena belum optimalnya fungsi liver pada bayi.
  2. Jaundice Patologis
    Jaundice patologis umumnya tidak normal, dengan ciri-ciri muncul kurang dari usia bayi 24 jam. Hal tersebut disebabkan karena tidak sesuainya rhesus bayi dengan orangtua, ABO incompatibility (golongan darah Ibu O sementara bayi bukan O), bayi menderita infeksi berat, atau memar berat. Jaundice tingkat tinggi dapat menyebabkan gangguan perkembangan bayi.

Menangani Jaundice

Pemberian ASI eksklusif terbukti membantu mempercepat hilangnya Jaundice, karena dapat mempercepat fungsi liver bayi ke tahap optimal. Berikan ASI pada bayi baru lahir minimal 8 – 12 kali dalam sehari, dan jangan diberikan cairan selain ASI (misal: air putih, air gula, madu).

Bawa Anak ke dokter jika …

Terdapat beberapa indikasi yang bisa menjadi rujukan Mommas untuk segera membawa anak ke dokter terdekat. Kondisi ini harap selalu diperhatikan, karena semakin cepat penanganan oleh dokter, semakin baik dan cepat kondisi pemulihan bagi bayi. Indikasi tersebut antara lain adalah:

  1. Bayi menolak menyusu
  2. Kejang-kejang (bedakan dengan reflex Moro)
  3. Bayi lemah, sulit untuk dibangunkan
  4. Sesak napas, ditandai dengan frekuensi napas bayi ≥ 60 kali per menit, dan terdapat retraksi (dinding dada bagian dalam, terlihat seperti sangat sulit untuk bernapas)
  5. Bayi merintih atau menangis terus-menerus dan tidak dapat didiamkan
  6. Tali pusat kemerahan, berbau, dan bernanah
  7. Bayi demam (suhu badan > 38 oC untuk bayi dibawah usia tiga bulan)
  8. Suhu tubuh rendah (hypothermia)
  9. Mata bernanah
  10. Diare
  11. Muntah menyemprot berulang, berwarna hijau, dan terdapat darah
  12. Feses bayi berdarah atau pucat seperti dempul
  13. Urine coklat tua, tanda dehidrasi
  14. Kulit dan mata berwarna kekuningan (Jaundice)
  15. Bayi tersedak

Sudden Death Infant Syndrome (SIDS)

Ternyata banyak hal di sekeliling bayi yang kelihatannya aman namun ternyata punya potensi membahayakan untuk bayi baru lahir, sehingga menyebabkan kematian bayi mendadak. Biasanya SIDS terjadi pada usia bayi kurang dari 1 tahun dan terjadi saat bayi tidur.

  1. Kain seprai yang tidak terikat kuat
    Kain seprai yang tidak terikat kuat berpotensi melilit badan bayi saat ia aktif bergerak atau berguling-guling. Jika tidak diperhatikan dengan baik, lilitan ini bisa berakibat fatal bagi bayi.
  2. Bayi dikelilingi bantal yang banyak atau bayi berselimut
    Bantal atau selimut ini biasanya digunakan Ibu untuk menjaga agar bayi tidak jatuh saat berguling. Namun jika tanpa pengawasan, bantal atau selimut yang banyak ini bisa menutup muka bayi sehingga bayi sulit bernapas.
  3. Box bayi berongga dan berukuran kecil
    Dalam hal ini box bayi yang kecil membatasi gerak bayi sehingga anggota tubuhnya bisa terjepit di rongga ranjang.
  4. Bedong bayi
    Bedong bayi yang terlalu sesak dapat membuat bayi kepanasan dan sesak napas. Namun sebaliknya, bedong yang terlalu longgar dapat membuat kain menutup mulut dan hidungnya saat ia bergerak aktif.
  5. Tidur telungkup atau menyamping (hingga usia satu tahun)
    Bayi sering bergerak aktif, terlebih saat tidur. Tidur telungkup tanpa sadar menyebabkan bayi di bawah satu tahun sulit untuk menggulingkan badannya kembali.

Duh, jangan sampai bayi kita tidak terawasi dengam hal-hal di atas ya Mommas.

Mitos dan Kelirumologi Penanganan Bayi

Nah, ini pembahasan terakhir dan yang paling bikin greget. Soalnya sampai sekarang orang terdekat kita, sebut saja orangtua atau mungkin saudara, masih kekeuh dengan cara penanganan bayi yang ternyata keliru, dan bahkan berakibat bahaya bagi bayi. Tantangan para Mommas adalah juga soal mengedukasi keluarga dan kerabat tentang kebenaran di balik mitos yang keliru itu.

Apa saja mitos dan kelirumologi itu?

  1. Kosmetik bayi
    Bedak bayi, minyak telon, dan cologne bayi memang memberikan keharuman yang additif, bikin seneng orang yang menciumnya. Tapi apakah bayi juga merasakan hal sama?
    Nyatanya, kosmetik bayi tidak memberikan efek psikologis tersebut pada bayi. Bedak bayi (talcum) malah membuat kulit bayi iritasi, khususnya pemberian bedak pada kulit bayi yang sudah ruam. Apalagi butiran talcum bersifat tidak baik jika dihirup, bahkan oleh orang dewasa.
    Minyak telon dan cologne bayi pun rata-rata mengandung zat alkohol yang jika diberikan pada kulit bayi.
    Mommas dapat melihat efek terhadap kulit bayi karena beda bayi beda respondnya. Jika bayi malah menjadi keringetan, ruam, atau malah muncul gatal dan bentol, sebaiknya hentikan pemakaian kosmetik bayi. Alih-alih memberikan kehangatan dan keharuman, kita malah “menyiksa” kulit bayi sejak dini. Kan kasihan…
bahaya_bedak_bayi_terhirup_bayi_dan_balita
Bahaya Talcum Powder Terhirup oleh Bayi dan Balita
  1. Menaruh koin pada tali pusat bayi
    Hal ini ditujukan untuk mencegah pusar bodong pada bayi. Tapi hal ini jelas keliru ya. Pusar bodong lebih disebabkan karena jendela pusar belum tertutup sempurna saat lahir sehingga mau ditindih koin pun tidak akan membuatnya tak bodong. Malah justru penempatan koin tidak steril meningkatkan risiko terkena infeksi. Lebih baik konsultasikan ke dokter anak apabila pusarnya masih menonjol setelah bayi berusia dua tahun.
  2. Membedong bayi mengurangi potensi kaki “O”
    Penjelasannya seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya ya.

Nah, setelah mengikuti pemaparan dari ahlinya, saya jadi makin percaya diri dalam mempersiapkan diri merawat buah hati. Mulai dari cara perawatan bayi di rumah sakit, selama di rumah, serta penanganan saat terdapat indikasi serius pada bayi. Selain itu, saya jadi tahu bagaimana menyikapi mitos-mitos soal penanganan bayi.

Namun, kesuksesan Mommas dalam merawat bayi tentu perlu dukungan dari suami, orang tua, serta saudara dan kerabat. Untuk itu, yuk ajak mereka untuk berdiskusi dan saling sharing ilmu-ilmu ini.
Mudah-mudahan tulisan ini juga bisa bermanfaat untuk Mommas dan keluarga sekalian.

Happy (preparing) Parenting, Mommas!

Advertisements

2 thoughts on “The Urban Mama Event: All You Need to Know About Newborn Baby (part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s