travel

Ha Long Bay: Setitik Surga di Teluk Para Naga

Mata saya asik membaca sebuah artikel dari koran ternama Indonesia. Kala itu, saat libur kerja, saya mengisi waktu luang dengan membaca koran, namun hanya kolom pariwisatanya saja. Memperkaya khasanah liburan, begitu ceritanya. Perhatian saya tertuju pada tempat wisata yang cantik, tak jauh dari bumi Indonesia. Saya lalu mengambil gunting dan memotong potongan artikel usang itu, menempelkannya di dinding yang selalu dapat saya lihat, lalu menatapinya di hampir setiap aktivitas saya selama di kamar. Entah itu membaca ulang atau sekedar sekelebat mata melihat gambar di artikel itu. Satu harapan saya kala itu, semoga saya bisa ke sana suatu hari.

Tak disangka, Allah memberikan saya kesempatan menginjakkan kaki di tempat wisata nan mempesona itu. Tidak hanya sendiri, namun ditemani Suami di satu minggu usia pernikahan kami. Ya, saya percaya  itu adalah salah satu doa yang didengar oleh-Nya.

“Satu harapan saya kala itu, semoga saya bisa ke sana suatu hari. Ya, saya percaya itu adalah salah satu doa yang didengar oleh-Nya”

 The Descending Dragon

Dikenal dengan nama Ha Long, tempat impian saya itu juga dikenal dengan tempat turunnya naga. Hal ini tidak lepas dari cerita rakyat dalam sejarahnya. Lokasi yang menjadi tempat wisata paling atraktif di Vietnam itu adalah sebuah hamparan perairan dengan pulau-pulau karst kecil. Pulau-pulau kecil ini yang diyakini masyarakat sebagai bentuk liuk punggung naga saat turun ke bumi.

ha_long_bay_the_descending_dragon

Kala itu, terjadi peperangan antara Vietnam dan China. Pasukan Vietnam kalah jumlah dan kalah teknologi dibanding pasukan China sehingga kecil kemungkinan untuk memenangkan peperangan. Namun, Dewa tidak berdiam diri dan mengutus naga-naga ini untuk turun ke Bumi, membantu pasukan Vietnam memukul mundur China dari peperangan di area perbatasan, tepat di sebuah teluk di provinsi Quang Ninh, yang saat ini dikenal dengan nama Teluk Ha Long atau Ha Long Bay.

Live on Board, Cara Terbaik Menikmati Ha Long Bay

Tonjolan “punggung naga” ini menjadi keunikan Ha Long Bay. Dan cara terbaik untuk dapat menikmati pulau-pulau kecil tak berpenghuni ini adalah dengan menaiki kapal, atau cruise tour. Rute kapal ini akan membawa kita untuk menikmati semilir angin Laut Cina Selatan sambil melihat hamparan pulau kecil yang sesekali dapat kita lihat ikan berenang di dekat kapal. Rute ini juga sesekali mengajak kita untuk berlayar “menerobos“ barisan pulau karst tersebut yang tampaknya tidak mungkin dapat dilewati dari kejauhan. Jika cukup dekat dengan pulau, kita bahkan bisa melihat ada semacam biawak berenang di dekat pulau, atau kicauan burung di tengah kesunyian.

live_on_board_ha_long_bay

Live on Board ini juga memberi kesempatan kita untuk menikmati tempat yang dianugerahi the New Seven Wonders oleh UNESCO tahun 2012 ini di dek atas. Lokasi ini diminati pengunjung karena mereka bisa bebas mengambil foto dengan jelas, berjemur di bawah panas matahari sub-tropis, atau sekedar bergaul dengan wisatawan lain sambil main kartu. Jika berani, bisa juga untuk berpose a la Titanic di dek ini :-p

Banyak sekali paket cruise tour untuk menikmati Ha Long Bay. Paket tersebut dapat dipesan jauh hari lewat online, atau memesan langsung di hotel-hotel di Hanoi. Biasanya mereka sudah bekerja sama dengan beberapa wisata kapal yang kadang (jika beruntung) kita bisa mendapatkan potongan harga.

Kala itu kami menginap di Hanoi Asia Star Hotel di distrik Hoan Kiem, dan memesan paket cruise dari hotel tersebut, yaitu The Dragon Cruise. Cukup banyak nama “Dragon” pada cruise di Ha Long Bay, namun cruise kami bukan cruise terkenal melainkan cruise yang bekerja sama dengan hotel. Paketnya pun terdiri dari One day Tour, 2D1N tour, dan 3D2N tour. Cerita live on board lebih lengkap saya jelaskan di posting yang berbeda ya…

Waspada Suhu dan Cuaca di Ha Long Bay

Salah satu hal yang kami waspadai kemarin adalah bahwa berlibur di bulan Agustus ke Vietnam Utara (Hanoi, Ha Long, dan area sekitarnya) adalah suhu panas dan lembab. Mentang-mentang negara ASEAN, kami pikir Vietnam, khususnya Hanoi, masih tergolong tropis. Namun Hanoi, yang letaknya di utara (berbatas darat dengan China) memiliki empat tipe musim. Musim panas mulai pada bulan Mei, dan mengalami puncaknya di bulan Juli dan Agustus dengan suhu bisa mencapai 32 derajat Celcius. Empat hari sebelum kami tiba di Hanoi, terdapat angin topan yang melumpuhkan Vietnam Utara. Benar saja, saat kami canoing di area Ha Long, kami nyaris dilanda hujan besar disertai petir kilat jika kami tidak segera kembali ke pelabuhan. Tipikal musim panas di Hanoi (dan tentu saja Ha Long) adalah sangat panas di siang hari dan hujan angin disertai petir di sore atau malam hari.

hanoi_temperature_average
Rerata Suhu di Hanoi (dan sekitarnya). Sumber: http://www.vietnamonline.com

Untuk itu, bulan terbaik untuk mengunjungi Hanoi, Ha Long, dan Vietnam Utara adalah pada musim semi (Februari hingga April) untuk merasakan bunga bermekaran dan sensasi tropical nya, atau pada musim gugur (September hingga November) untuk merasakan sinar matahari hangat berpadu angin sejuk.

Selain dapat menikmati air tenang di teluk dan keindahan pulau-pulau kecilnya, kita pun dapat mengunjungi puncak tertinggi di suatu pulau sambil melihat seluruh Ha Long Bay dari ketinggian. Sebaliknya, kita juga diajak untuk turun ke dasar gua di suatu pulau dan menikmati keindahan stalaktit dan stalagmit yang unit dan penuh cerita. Simak kelanjutan cerita di Ha Long Bay dalam artikel selanjutnya ya!.

Baca: Paket Live on Board di Ha Long Bay

Advertisements

One thought on “Ha Long Bay: Setitik Surga di Teluk Para Naga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s