travel

Paket Live on Board di Ha Long Bay

Melanjutkan posting sebelumnya tentang review Ha Long Bay kami yang dinikmati dengan paket live on board. Ya, dengan lanskap teluk bertabur pulau-pulau karst kecil, menikmati desiran angin Ha Long Bay rasanya paling pas dengan moda kapal. Tak heran, selain taburan pulau karst kecil kita pun akan disuguhkan pemandangan “taburan” kapal mulai dari ukuran kecil satu , dua dek, hingga tiga bahkan empat dek untuk kelas eksekutif. Tidak hanya sampai situ, pilihan juga jatuh pada puluhan vendor junk boat yang tidak mau kalah bersaing dengan memasang harga yang membuat kami tergiur.

junk_bay_in_ha_long_bay

Durasi Live on Board

Paket cruise di Ha Long Bay dibagi menjadi empat jenis, yaitu One day cruise, 2D1N Cruise, 3D2N Cruise, dan paket charter. Perbedaan dari ke-empat jenis cruise ini tentu saja adalah durasi liburan, rute dan tempat yang dikunjungi, besarnya kapal, akomodasi makan yang ditanggung, serta harga.

One day cruise menawarkan pengalaman berkeliling Ha Long Bay dalam satu hari, bahkan kurang. Perjalanan dari Hanoi jam 8:00 pagi, tiba di Ha Long City pukul 11:00 siang, namun kita harus mengantri untuk kedatangan junk boat sesuai pesanan kita. Perjalanan cruising benar-benar dimulai kira-kira pukul 13:00 siang. Paket one day cruise kira-kira berakhir pukul 16:30 sore. Jadi sesungguhnya tidak benar-benar one day, kan? Beberapa operator junk boat ada yang menawarkan Day Tour yang dimulai pukul 07:00 dan berakhir sekitar pukul 12:00. Paket ini ditawarkan bagi turis yang dari hari sebelumnya sudah tiba atau menginap di Ha Long City. Akomodasi yang disediakan adalah satu kali makan siang di junk boat.

2D1N Cruise menawarkan durasi yang lebih lama, serta rute yang lebih banyak. Tur dimulai pukul 12:30-an dan berakhir di jam yang sama di esok harinya. Akomodasi yang diberikan adalah tiga kali makan (makan siang hari pertama, makan malam hari pertama, dan sarapan hari ke-dua). Ada juga free time di malam hari yang bisa diisi dengan karaoke, minum bir, mengobrol dengan turis lain, atau simply, enjoy your free time.

3D2N Cruise menawarkan lebih banyak spot yang bisa dikunjungi. Turis akan bermalam di dalam boat selama dua hari, atau satu malam di boat dan semalam lagi di hotel di Cat Ba. Sementara itu, untuk jenis charter cruise dapat ditentukan rute, durasi, dan aktivitas sesuai dengan keinginan sendiri. Biasanya jika data berkunjung dengan rombongan besar akan lebih murah dan fleksibel untuk memesan charter cruise seperti ini.

Tarif dan Akomodasi Selama Live On Board

Saat itu kami memesan paket tour 2D1N cruise lewat penginapan kami, Hanoi Asia Star Hotel yang dibanderol dengan harga USD250 / 2 pax. Paket itu sudah termasuk kamar tidur King Size Bed plus AC dengan pemandangan laut, air hangat, toiletries dan hair dryer, makan tiga kali dengan berbagai menu, serta tour ke beberapa tempat. Saya teringat pada suatu artikel saat riset pra-liburan kami, bahwa harga di Vietnam itu bisa ditawar. Tidak terkecuali harga cruise. Tawar-menawar terjadi sehingga kami mendapat harga USD200 / 2 pax. Uang dibayar lunas untuk perjalanan esok hari. Kami pikir tarif tersebut sudah final, hingga esok harinya kami disapa oleh resepsionis yang sama saat menunggu jemputan, dan dikatakan bahwa kemarin ia lupa memberi tahu bahwa ada tax sebesar 10% dari harga paket, atau seharga USD20. Karena kehabisan uang dollar, kami membayar dengan mata uang Dong sebesar VND 400.000. Hemmm. Have I mentioned about Vietnam’s scam before?

Menu_makan_di_Cruise

Untung saja, kamar tidur di dalam junk boat dibilang nyaman, dengan AC yang dapat dinyalakan hanya saat malam (tapi tak masalah karena selama siang hari kami sedang berkeliling tur). Kamar mandi lantai kayu yang tidak licin, shower mandi yang deras dan air hangat yang bisa melepas penat dan pegal. Juga menu makanan seafood yang aduhai. Udang goreng, Cumi tumis, Ikan bakar, tumis kangkung dan pokchoy. Ada juga menu daging babi, dan sate ayam giling yang dililitkan di serai (mirip makanan khas Bali). Satu hal yang mengganjal, rasanya hambar. Kurang pedas. Malah dominan sensasi asam cuka dan disertai daun mint yang malah jadi aneh rasanya. Untuk itu kami (dan hanya kami) memesan cabai rawit sebagai tambahan menu. Namun tidak tersedia rupanya, sehingga praktis potongan cabai dipiring pun kami yang habiskan.

Kami pikir USD200 + VND 400.000 tadi sebanding lah dengan fasilitas yang kami terima. Hingga suatu tragedi yang akan saya jelaskan setelah nanti.

Rute Kunjung di Ha Long Bay

Rute kunjung ini pun berbeda tergantung paket cruise yang kita pilih sebelumnya. Untuk kami yang dulu memilih paket 2D1N, kami diajak untuk berkunjung ke tempat yang beragam, meliputi:

Hari Pertama

  1. Dao Ti Top (Dataran Tinggi Ti Top)
    Setelah masuk ke dalan boat, check in di kamar, beres-beres barang di kamar, dan disuguhi makan siang sambil di-briefing oleh tour guide, kami ditransfer ke kapal kecil dan harus selalu menggunakan pelampung selama berlayar. Rute pertama yang kami kunjungi adalah dataran tinggi Ti Top. Dataran ini tidak lain adalah salah satu pulau karst yang dibangun ratusan anak tangga yang memungkinkan kita untuk mencapai puncak. Selama naik tangga kita bisa melihat hamparan pulau karst dan boat-boat yang berseliweran di area sana dari ketinggian. Apalagi setelah sampai di puncak, hal tersebut dapat dilihat di seluruh sudut mata memandang.
    Tempat ini dinamakan Ti Top dari nama seorang tentara Soviet bernama Ghermann Titov yang berkunjung ke pulau tersebut, ditemani presiden Vietnam saat itu, Ho Chi Minh.
    Tidak ada kata yang dapat dikatakan selain … capek. Walaupun sudah makan siang, menaiki anak tangga di Ti Top hingga puncak sungguh menguras tenaga dan menantang nyali (nyali untuk nyerah turun saja daripada ngoyo sampai ke atas).

ti_top_island_ha_long_bay

  1. Hang Sung Sot (Surprising Cave)
    Peluh sisa menaiki tangga di Ti Top masih belum kering saat kami diajak mengunjungi tempat selanjutnya. Kapal kecil kami bersandar di suatu pulau lagi. Kali ini bukan di atas bukit, melainkan di bawah tanah. Adalah Hang Sung Sot, atau dikenal dengan Surprising Cave, gua yang juga menjadi tujuan utama turis berkunjung ke Ha Long Bay. Dinamakan surprising cave (gua yang mencengankan) setelah ditemukannya gua ini oleh turis Perancis yang terbelalak kagum dengan keindahan gua ini. Duh, bisa aja ngasih namanya ya!
    Gua ini merupakan gua terbesar dan terindah di kawasan wisata Ha Long Bay. Tour guide kami bercerita mengenai sejarah terbentuknya gua, dan mitos-mitos yang terbentuk berkaitan dengan bentuk stalaktit dan stalagmite di dalam gua. Atas alasan keselamatan, sebagian besar atap di gua ini sudah “ditambal” dengan bahan semen yang lebih keras sehingga meminimalisasi kemungkinan gua rubuh. Selain itu, di dalam gua diberi lampu berwarna-warni yang lembut sehingga memperkuat efek “mencengangkan” dari Hang Sung Sot.
    hang sung sot ha long bay
  2. Kayaking
    Setelah berkeliling di dalam gua, kami kembali ke atas untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke suatu tempat untuk berkayak. Hal ini merupakan hal baru bagi saya jadi lumayan excited. Kita diberi perlengkapan pelampung dan dayung. Satu kayak dapat dimuati maksimum dua orang saja. Rute kayak terserah kita, yang penting sudah harus kembali ke tempat semula pada jam yang sudah ditentukan.
    kayaking_in_ha_long_bay_1
    Hal penting yang kita harus bawa saat kayak adalah barang elektronik yang tersimpan rapi di tas anti-air. Waktu itu kami disarankan untuk menitipkan tas di kapal kecil kami, namun suami saya teragak ragu dengan gosip scam-nya orang Vietnam yang juara, sehingga tas selempangnya dibawa sambil kayak. Ya basah lah yang ada, tapi untungnya barang elektronik nya masih aman.
    Kurang lebih satu jam kami diberi waktu untuk berkayak. Saya yang newbie masih merasa takut untuk mengayuh dayung lebih jauh lagi, sehingga kami berkayak dekat dengan pinggiran pulau-pulau. Selain itu, karena empat hari sebelum kami ke Vietnam terjadi badai besar, sehingga awan di atas Ha Long Bay pun masih mendung dengan sambaran kilat, membuat saya ragu untuk mendayung lebih jauh lagi seperti bule-bule lain dalam grup tur kami. Cupu ya? Hehe…
    kayaking_in_ha_long_bay
    Setelah selesai kayak, kami ditransfer kembali ke boat besar dan diberikan waktu untuk mandi, berganti baju, dan beristirahat sejenak sambil menunggu makan malam disiapkan. Acara selanjutnya adalah free time. Bisa karaoke, disediakan juga bir bagi yang ingin mencicip (namun bir nya tidak dingin, jadi gak enak, kata teman satu grup kami orang Perancis). Yang saya dan suami lakukan? Kami kembali ke kamar, pasang AC, dan … kerokan. Menghilangkan pegal-pegal selepas naik ke puncak, turun ke gua, lalu dihajar kayak.

Hari Kedua

  1. Berkunjung ke Pearl Village
    Hari kedua kami bangun lumayan siang, akibat capek sehabis tenaga dikuras kemarinnya. Setelah mandi dan sarapan bersama teman satu grup, kami berlayar ke suatu tempat yang adalah sentra peternakan kerang mutiara. Ha Long Bay (ternyata) terkenal dengan mutiara lautnya, yang bisa dijual hingga jutaan rupiah saking bagus kualitasnya. Di sana kami diterangkan mengenai proses pemeliharaan kerang yang masih muda dan perawatannya. Ternyata, untuk dapat mempercepat produksi mutiara, tubuh kerang harus disisipkan bagian tubuh dari kerang lain yang bentuknya seperti selaput tipis. Artinya, akan ada kerang lainnya yang “dikorbankan“ untuk diambil lapisan tipis nya, dipotong kecil-kecil hingga lima bagian, lalu dimasukkan ke dalam tubuh kerang muda, dan ditunggu berbulan-bulan untuk mencapai tingkat kedewasaan yang cukup.
    Kerang muda tadi akan tumbuh menjadi kerang dewasa, dan jika sudah menghasilkan bakal mutiara di dalamnya mereka  dipindahkan ke tempat khusus untuk diternakkan lebih intensif. Setelah jangka waktu yang panjang, kerang tersebut siap untuk dipanen. Namun tidak semua kerang dapat dipanen, tergantung kualitas mutiara di dalamnya. Dan cara memeriksanya adalah dengan membuka penuh cangkang kerang. Sayangnya, saat cangkang kerang dibuka penuh, saat itu pula berakhirlah hidup si kerang. Sehingga pada proses ini, lumayan banyak kerang yang mati akibat kualitas mutiara dalam tubuhnya yang kurang sesuai spesifikasi untuk diproses lebih lanjut. Menurut pemaparan tour guide, dari 100 kerang, sekitar 20% nya dikorbankan selaputnya untuk kerang muda, lalu hanya sebanyak 30% dari kerang muda yang kualitas mutiaranya benar-benar sesuai spesifikasi mutiara layak jual.
    Di akhir penjelasan kami diarahkan ke tempat pameran mutiara yang sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak cantik dan … mahal.  Tak heran, karena prosesnya memakan waktu yang panjang. Tapi cukup kami nikmati keindahan mutiaranya dengan memandang saja, karena harga paling murahnya bisa untuk beli satu tiket kembali dari Hanoi ke Jakarta.

pearl_village_in_ha_long_bay

  1. Demo pembuatan makanan khas Vietnam, yaitu Spring Roll (lumpia goreng lah yaa kalo di kita mah)
    Pearl Village merupakan destinasi terakhir kami di Ha Long Bay. Perjalanan selanjutnya adalah menuju ke pelabuhan untuk transfer ke bus yang akan mengantarkan kami kembali ke Hanoi. Untuk mengisi waktu berlayar, ada demo pembuatan makanan khas Vietnam, yaitu Spring Roll. Sejenis lumpia namun kulitnya berasal dari tepung beras. Kulit lumpia ini tipis nyaris transparan. Isinya irisan tipis sayuran seperti wortel, kol, timun, dan daun mint, dicampur dengan irisan daging (biasanya daging babi). Irisan sayur dan daging tadi digulung dengan kulit lumpia lalu direkatkan dengan bantuan air. Setelah itu siap digoreng.
    Turis pun diberi waktu untuk mencoba menggulung-gulung lumpia yang nantinya akan disuguhkan sebagai salah satu menu makan siang. Ada juga pilihan lumpia vegetarian yang tidak menggunakan irisan daging untuk orang vegetarian. Kami yang Muslim tentu mengambil lumpia ini untuk disantap.

Bawa Air Minum Sendiri

Masih ingat dengan tragedi yang sempat saya singgung di awal tadi? Ini pengalaman yang paling tidak terlupakan bagi kami, yaitu tragedi air minum selama berlayar dengan junk boat. Dalam penjelasan di website atau brosur kapal dijelaskan bahwa paket tour sudah termasuk berkeliling ke berbagai tempat, kamar tidur (twin atau single bed), dan tiga kali makan. Literally, makan. Karena ternyata air minum tidak termasuk dalam paket.

Saat acara makan bersama, kami disuguhi makanan beraneka ragam sambil ditawari dengan halus, “Mau minum apa? Ada jus jeruk, jus markisa, air mineral. Bir pun ada“. Tawaran yang syahdu yang membuat saya memesan jus jeruk dan suami saya jus markisa. Di hari pertama kami masih membawa dua botol air minum ukuran besar untuk dijinjing. Namun karena suhu di Ha Long yang ternyata sedang di puncak musim panas bulan Agustus (baca: Setitik Surga di Teluk Para Naga), air itu pun habis hanya dalam beberapa teguk. Gelas demi gelas jus dan air mineral kami pesan selama dua hari tersebut.

Hingga tiba di hari kedua, saya disodori bill saat penyerahan kunci kamar untuk check out. Saya tercengang dengan angka VND 370.000 yang harus kami keluarkan. Itu setara dengan 217.000 hanya untuk 6x minum jus. Nyesssssss, kacau sudah perencanaan keuangan kami. Padahal masih tersisa satu hari lagi di Hanoi sebelum kami lanjutkan perjalanan selanjutnya.

Kesan Selama Live On Board

Ha Long Bay memang menawarkan keindahan tersendiri, dengan cara unik untuk menikmatinya yaitu dengan live on board. Dengan harga USD200 + VND 400.000, kami merasa cukup puas dengan akomodasi yang didapatkan. Apalagi saya pernah membandingkan dengan program live on board ke Pulau Komodo dan sekitar Nusa Tenggara Timur yang harganya kurang lebih Rp 2 juta / pax, harga di Dragon Cruise ini menjadi sangat worthed.

Namun yang disayangkan adalah ketidakjelasan penyampaian paket di awal sebelum deal. Termasuk 10% travel tax dan harga air minum yang bikin hati … nyesssss. Jika harga tadi disebutkan di awal, kami pikir turis pun masih mau untuk membayar, dengan catatan bahwa harga tersebut sudah final dan tidak ada lagi tagihan-tagihan tak terduga di akhir tur. Sehingga dalam pemilihan paket tur, penting sekali untuk menanyakan lebih jauh apakah harga tersebut sudah final, dan akomodasi apa saja yang akan didapatkan, dan mana yang tidak.

Selamat menikmati Ha Long Bay.

Advertisements

3 thoughts on “Paket Live on Board di Ha Long Bay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s